Bukan Islam Rahmatan Lil 'Alamin versi Barat yang Hizbut Tahrir Perjuangkan

 

Islam rahmatan lil 'alamin sering disalah artikan oleh sebagian kalangan dengan merujuk definisi dari ideologi sekuler Barat, yang seolah menunjukan Islam sejalan dengan demokrasi, nasionalisme, HAM, liberalisme serta ide Barat lainnya. Hal tersebut diungkap Ibnu Alwan (Lajnah Khusus Ulama DPD I HTI Yogyakarta) selaku pembicara pada acara Sarasehan dan Buka Puasa bersama DPD II HTI Sleman di Gedung Aula Unit 1 Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (24/6).

Dalam pemaparan materinya, Alwan dengan tegas menyanggah definisi Islam rahmatan lil 'alamin yang seolah sejalan dengan Barat tersebut. "Islam bisa terwujud sebagai rahmatan lil 'alamin tanpa harus dikompromikan dengan ide-ide Barat atau tanpa harus dimaknai ulang agar sesuai dengan Barat," tegas Alwan di hadapan sekitar 70an peserta yang terdiri dari takmir dan berbagai tokoh daerah Sleman.

Islam akan bisa terwujud menjadi rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), lanjut Alwan, adalah dengan cara diterapkan secara sempurna. "Islam mempunyai konsep yang menyeluruh yang akan menjawab segala problematika hidup manusia. Baik yang berkaitan hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan dirinya sendiri maupun hubungan manusia dengan sesama. Dan dari konsep inilah telah terwujud kejayaan Islam selama kurang lebih 14 abad lamanya," ungkap Alwan.

Dalam acara yang bertema Wujudkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin dengan Syariah dan Khilafah, Alwan menegaskan bahwa agar Islam rahmatan lil 'alamin benar-benar terwujud, maka tidak bisa dengan cara yang lain kecuali dengan tegaknya sistem pemerintahan Islam yang akan menerapkan Islam secara sempurna yang disebut dengan sistem Khilafah.

Pada kesempatan yang sama, Hariz Enggar Wijaya selaku perwakilan DPD II HTI Sleman mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk semakin akrab dengan pedoman hidup umat Islam, yaitu Alquran. "Di bulan mulia yang sering diistilahkan dengan syahrul quran ini, marilah kita semakin akrab dengan Alquran. Bukan sekedar dibaca, tapi diamalkan dalam kehidupan. Dan yang jauh lebih penting lagi, marilah kita bersama-sama memperjuangkan hukum-hukum Alquran dengan menegakkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah, karena dengan itulah akan bisa terwujud Islam rahmatan lil 'alamin," pungkas Hariz.[] mi yogya

Facebook Twitter Google Reddit LinkedIn Email