Gelar Qurban di Gunungkidul, HTI Yogyakarta Ajak Warga Pahami Syariah Islam

 

Dalam Islam segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT melalui Alquran maupun sunnah Rasulullah SAW. Itulah yang disebut sebagai syariah atau aturan. Demikian salah satu isi tausiyah Abdurrahman al- Mukramy untuk memudahkan penjelasan istilah syariah di hadapan warga Dusun Pringapus, Giripanggung, Tepus, Gunungkidul pada kegiatan Kurban dan Pengajian Umum yang diselenggarakan oleh HTI Yogyakarta, Senin (12/9).

Di hadapan sekitar 200 peserta yang memadati masjid Nurul Hidayah, Pringapus, Giripanggung, Tepus, Gunungkidul, Abdurrahman memaparkan bahwa syariah Islam tidak hanya mengatur ibadah mahdhah seperti qurban saja, akan tetapi mengatur seluruh aspek kehidupan. "Islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan. Baik yang terkait bagaimana tata cara melaksanakan ibadah qurban hingga bagaimana Islam mengatur pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga, dari pelaksanaan syariah lah mampu terwujud kesejahteraan bagi kaum Muslimin dan non Muslim. Dengan khilafah juga, akan tercipta persatuan dan kerukunan, bukan saja antar kaum Muslimin, tapi juga kaum Muslimin dengan non Muslim. Itu semua bisa terwujud ketika syariah diterapkan secara kaffah dalam institusi khilafah. Maka dari itu, sebagai seorang yang beriman, wajib hukumnya bagi masyarakat untuk memperjuangkan syariah dan khilafah," tegas Abdurrahman.

Kegiatan yang bertema Dengan Momentum Idul Qurban, Kita Tingkatkan Pengorbanan dalam Dakwah dan Perjuangan Demi Tegaknya Syariah dan Khilafah, selain menghadirkan pembicara Abdurrahman al- Mukramy, dimeriahkan juga oleh penampilan tausiyah da'i cilik Abil Al-Jogjawy dan seni Hadroh dari Ponpes Al-Hikmah Karangmojo.

Salurkan Qurban ke Warga Gunungkidul

Dalam rangkaian kegiatan Kurban dan Pengajian Umum tersebut, HTI Yogyakarta menyerahkan hewan qurban berupa satu ekor sapi dan tiga ekor kambing kepada warga Dusun Pringapus. Hal ini disambut baik oleh Kepala Dusun setempat. Dalam sambutannya, Kepala Dusun Pringapus Musrih Hastuti sangat terkesan dengan Hizbut Tahrir. Musrih menyampaikan dua hal. Pertama, mengucapkan terima kasih kepada HTI yang berkenan menyelenggarakan qurban di Dusun Pringapus. Kedua, pengajian yang diselenggarakan oleh HTI mampu membuka kesadaran warga untuk berqurban. "Terlebih berqurban yang sesuai dengan syariah atau aturanNya. Karena selama ini qurban yang dilakukan masyarakat masih belum sesuai dengan syariah, seperti upah penyembelih diambilkan dari daging kurban," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan kesan serta harapannya kepada HTI. "Baru kali ini warga dapat menyembelih sapi. Selain itu, pengajian yang disampaikan oleh HTI membawa perubahan tradisi qurban di masyarakat Pringapus menjadi qurban yang sesuai dengan syariah," ucap Surono salah satu warga Dusun Pringapus.

"Apalagi, baru pertama kali ini ada pengajian yang menyampaikan syariah dan khilafah. Harapan kami, ada tindak lanjut dan kesinambungan antara HTI dengan warga Pringapus," ungkap Ramlan selaku tokoh masyarakat setempat.[] sony/ mi yogya

Facebook Twitter Google Reddit LinkedIn Email