Inilah Tiga Hal yang Menyebabkan Orang Kafir Berkuasa dan Tiga Langkah untuk Menghalanginya

 

Ada tiga hal yang menyebabkan orang kafir bisa berkuasa di negeri Indonesia yang mayoritas Muslim. Hal ini diungkapkan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib pada saat menanggapi pertanyaan salah satu peserta acara Halaqah Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia Yogyakarta yang bertema Waspada, Indonesia Dalam Bahaya!, Ahad (23/10).

"Pertama, undang-undangnya membolehkan. Tidak ada satupun point dalam syarat undang-undang kita persyaratan Muslim. Andai ada syarat muslim itu saja, mereka tidak akan bisa berkuasa," ungkap Rokhmat di hadapan sekitar 800an peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Yogyakarta.

Seperti di Papua, lanjut Rokhmat, untuk jadi gubernur di Papua ada syaratnya, yaitu orang asli Papua (OAP). Jadi kalau ada orang asli Jawa, asli Sunda, Sumatera atau lainnya sekalipun pintar, hebat dan  dahsyat tidak akan bisa menjadi gubernur Papua, karena tidak memenuhi syarat atau bukan orang asli Papua.

"Coba kalau misal di Indonesia, katakanlah Presiden, Gubernur, Bupati ada syarat Muslim itu saja, orang seperti Ahok tidak bisa jadi Gubernur. Mengapa koq tidak bisa ada syarat Muslim? Bukankah anggota DPR mayoritas Muslim? Kenapa syarat Muslim itu tidak bisa? karena demokrasi meniscayakan tidak boleh ada SARA. Jadi ketika orang Islam sudah memakan ide demokrasi, maka untuk memberikan syarat muslim saja khawatir dituduh tidak demokratis," tegas Rokhmat.

Menurut Rokhmat, hal yang kedua yang menyebabkan orang kafir bisa berkuasa adalah adanya partai politik yang mencalonkan orang kafir itu. "Meski sistem membolehkan orang kafir sebagai Bupati, Gubernur atau Presiden, tapi kalo tidak ada partai yang mencalonkan, maka tidak bisa jadi Gubernur. Masalahnya seperti sekarang  itu adanya partai yang mencalonkan orang kafir seperti kasus Ahok", ungkapnya.

Dan yang ketiga, adanya rakyat yang memilih. "Meski dicalonkan, tapi kalo rakyat tidak mau memilih, maka orang kafir tidak bisa jadi Presiden, tidak bisa jadi gubernur," jelasnya

Oleh karena itu, lanjut Rokhmat, kalau ingin menghalangi orang kafir sebagai pemimpin, maka ada tiga langkah yang harus dilakukan, dan Hizbut Tahrir dengan terang-terangan menyampaikan kepada umat Islam ketiga langkah tersebut. Pertama, menyerukan haramnya memilih orang kafir sebagai pemimpin. Kedua, menyampaikan bahwa partai-partai yang mencalonkan orang kafir adalah partai-partai pengkhianat yang tidak layak bagi umat Islam untuk memilih partai tersebut. Dan yang ketiga, menyampaikan kepada umat Islam tanpa ragu-ragu bahwa sistem demokrasi lah yang membolehkan orang-orang kafir sebagai pemimpin. "Jika kita tidak ingin dipimpin oleh orang kafir, maka sesungguhnya campakkanlah demokrasi yang menjadi pintunya dan terapkanlah syariah dan khilafah," pungkasnya.

Dalam acara yang digelar di Gedung Auditorium SMM Yogyakarta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta nampak hadir pembicara lainnya mantan Ketua MPR RI Amien Rais. [] mi yogya

Facebook Twitter Google Reddit LinkedIn Email