Tentang Angkringan Dakwah

Angkringan Dakwah

 

“Angkringan Dakwah” adalah sebuah program talkshow yang bertujuan mencerdaskan masyarakat dengan pemahaman Islam. Diskusi dikemas dalam bentuk obrolan di warung angkringan khas Jogja. Tema obrolan Angkringan Dakwah selalu berganti-ganti setiap pekannya. Mengangkat isu-isu aktual di tengah masyarakat. Isu ini diobrolkan dengan santai dan penuh canda, lalu dikupas dengan pandangan dan solusi-solusi Islam.

Kenapa Angkringan?

Angkringan adalah sebutan untuk warung kaki lima di Jogja yang menjual makanan dan minuman rakyat. Makanan-minuman yang selalu ada di angkringan biasanya nasi kucing, goreng-gorengan, sate telur puyuh, teh hangat, jahe hangat, dsb. Angkringan adalah sebuah representasi dari tempat kaum jelata. Simbol dari kesederhanaan. Disanalah biasanya obrolan-obrolan khas rakyat terjadi. Mulai dari bahasan keluarga, masyarakat sampai negara.

Angkringan Dakwah menghadirkan dua orang narasumber yang dipandu oleh seorang host, dan beberapa pemeran extras. Sebagaimana forum talkshow, para narasumber tidak menyiapkan makalah dan mempresentasikannya, akan tetapi hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh host. Apalagi dengan settingan warung angkringan, tanya jawab antara host dan narasumber di sini tidak bersifat seperti wawancara akan tetapi lebih seperti obrolan yang akrab, gayeng dan alamiah.

Angkringan Dakwah ini diadakan seminggu sekali (biasanya setiap malam Ahad) dengan tempat berpindah-pindah sesuai permintaan. Host tetapnya adalah Lek No, yang berperan sebagai juragan angkringan. Ia memiliki staf ahli (penjual angkringan) yang biasa dipanggil Mas Wahono. Disamping itu ada pemeran-pemeran tambahan yang berganti-ganti sesuai kebutuhan untuk menambah riuh program ini. Semakin meriah karena biasanya turut menghadirkan hiburan musik sebagai selingan di antarsesi.

Bagi pembaca yang berada di Jogja dan sekitarnya yang ingin mengunduh, atau sekedar ingin mengetahui informasi lebih lanjut silakan hubungi : Nazir 0818-0261-9868